telusur.co.id – Perang urat saraf antara Sri Mulyani dengan Zulkifli Hasan semakin seru. Kedua tokoh yang pernah menjadi anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kabinet Indonesia Besatu (KIB) saling mengkritik dan mencibir hanya gara-gara hutang Indonesia yang kian menggunung.

Jika sebelumnya Sri Mulyani yang mengkritik Zulkifli Hasan, kini giliran Zulkifli yang menyerang balik pernyataan Sri Mulyani.

Kata Zulkifli, memang pada saat di KIB dirinya menjabat menteri kehutanan dan Sri Mulyani itu menjadi menteri keuangan.

“Ibu Sri Mulyani juga selalu mengungkit bahwa hutang adalah warisan masa lalu, khususnya ketika saya menjabat menteri kehutanan periode Pak SBY. Saya rasa, Ibu Sri Mulyani lupa bahwa Ibu adalah juga menteri keuangan diperiode Pak SBY. Sekali lagi, menteri keuangan,” tegas Zulkifli Hasan melalui akun twitternya, Kamis.

BACA JUGA :  Kata Ketua MPR, Anak Muda Zaman Now Harus Kreatif

Dijelaskan Zulhasan lagi, sebagai sebagai menteri kehutanan jelas tak bisa mengambil kebijakan tentang hutang, tetapi Sri Mulyani sebagai menteri keuangan jelas punya kewenangan memutuskan berapa banyak hutang yang diambil. “Kita berhutang dan berapa bunganya, kenapa sekarang salahkan periode sebelumnya?,” balas dia.

Dilanjutkan dia, sebagai Ketua MPR sangat wajar untuk menyerap aspirasi rakyat dan menyampaikan pada pemerintah. “Menjadi kewajiban konstitusional saya sebagai Ketua MPR mengingatkan pemerintah dan memastikan anggaran negara digunakan sebesar besarnya untuk rakyat,” ucapnya.

Sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan pernyataan Ketua Umum PAN tersebut bermuatan politis dan menyesatkan. Ia mengungkapkan 44 persen pembayaran pokok utang pada 2018 yang totalnya sebesar Rp396 triliun merupakan utang yang dibuat pada periode sebelum 2015.

BACA JUGA :  THR Dan Gaji Ke 13, Zulkifli: Saya Mau Tanya Uangnya Dari Mana?

“Pokok utang 2018 itu dihitung dari akhir Desember 2017, 44 persen dari total itu berasal dari utang periode sebelum 2015 (sebelum Presiden Jokowi). Ketua MPR (Majelis Permusyawarahan Rakyat) saat ini adalah bagian dari kabinet saat itu,” ucap Sri Mulyani dalam pernyataan resmi di laman Facebook miliknya, Senin (20/8). (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini