Foto: net

telusur.co.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan 22 anggota DPRD Kota Malang, Jawa Timur, sebagai tersangka. Dengan demikian, sebanyak 41 dari 45 anggota DPRD Kota Malang telah menjadi tersangka. Jadi, tinggal 4 anggota di DPRD Kota Malang yang tersisa.

“Penetapan 22 anggota DPRD Kota Malang tersebut merupakan tahap ketiga. Hingga saat ini, dari total 45 anggota DPRD Kota Malang, sudah ada 41 anggota yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di gedung KPK, Jakarta, Senin (3/9/18).

Menurut Basaria, penetapan tersangka terhadap 22 anggota DPRD karena diduga menerima hadiah atau janji dari Wali Kota Malang nonaktif Moch. Anton. Mereka diduga menerima masing-masing sekitar Rp12,5 juta sampai Rp50 juta.

Ke-22 tersangka wakil rakyat dari Kota Apel itu diantaranya, Arief Hermanto, Teguh Mulyono, Mulyanto, Choeroel Anwar, Suparno Hadiwibowo, Imam Ghozali, Mohammad Fadli, Asia Iriani, Indra Tjajyono, Een Ambarsari, Bambang Triyoso, Diana Yanti, Sugiarto, Afdhal Fauza, Syamsul Fajrih, Hadi Susanto, Erni Farida, Sony Yudiarto, Harun Prasojo, Teguh Puji Wahyono, Choirul Amri dan Ribut Harianto.

Seperti diketahui, anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 diisi sejumlah kader partai politik, yakni PDIP dengan 11 kursi, PKB dengan 6 kursi, Golkar dan Demokrat dengan 5 kursi, Gerindra dan PAN dengan 4 kursi, Hanura, PKS, dan PPP masing-masing 3 kursi dan NasDem dengan 1 kursi. [Ipk]

Bagikan Ini :