telusur.co.id – Agen tour My Jannah dilaporkan ke Polisi atas dugaan penipuan, oleh Rosmidah, seorang calon jemaah umrah.

Adapun laporan Rosmidah, tertuang dalam laporan polisi nomor LP/4632/IX/2018/PMJ/Dit.Reskrimum.

Dalam laporannya, Rosmidah mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 42 juta atas dugaan penipuan tersebut.

Rosmidah mengaku, telah mendaftar dan membayar lunas biaya perjalanan umrah kepada My Jannah pada Maret 2018. Ia dijanjikan berangkat pada bulan Juni 2018.

Menurut dia, setelah proses pembayaran selesai, pihak My Jannah sempat memberikan petunjuk keberangkatan secara wajar.

“Saya sudah diarahkan bikin paspor dan sebagainya, sudah dikasih koper, tinggal berangkat. Tapi, pas harinya keberangkatan diundur karena agennya merugi, karena memberangkatkan jamaah Abu Tour,” kata Rosmidah, Senin (3/9/18).

Sementara itu, pemilik biro umrah dan haji PT. Rifa Jannah Wisata alias My Jannah, Farah Diba Panigoro, membantah telah melakukan penipuan terhadap puluhan calon jamaah.

Farah mengatakan, pihaknya tetap memproses refund yang diajukan calon jamaah My Jannah. Syaratnya, calon jamaah perlu mengajukan surat pengembalian dana umrah.

“Intinya refund tetap berjalan. Kalau mau refund harus memberikan bukti kuitansi dan surat refund,” kata Farah di kantornya, Sabtu sore (1/9/18).

Berdasarkan penelusuran redaksi, My Jannah adalah biro umrah yang didirikan pasangan Gery Rama Mahfian dan Farah Diba Panigoro. Biro ini memiliki kantor di Jalan Pangeran Antasari Nomor 25C, Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

Pasangan Gery dan Farah pertama kali dilaporkan oleh Helwiah Umniyati pada 9 Agustus 2018. Laporan ini dibuat karena Helwiah tak kunjung berangkat ke tanah suci meski sudah melunasi pembayaran.

Dengan dasar yang sama seorang korban bernama Indah Puspitasari juga melaporkan pemilik biro umrah My Jannah pada 29 Agustus 2018. Dalam laporan ini tercantum jumlah korban sebanyak 12 orang dengan kerugian sekitar Rp 300 juta. [ipk]

Bagikan Ini :