telusur.co.id- Perusahaan-perusahaan raksasa di Asia mulai merasakan tekanan dari gesekan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Gesakan tersebut juga menganggu pertumbuhan global.

Disitat dari Reuiters, Senin (3/8/18), survei pembelian menunjukkan tekanan berkelanjutan pada tujuan ekspor utama baik ke China, Jepang dan Korea Selatan.

Di negara Tiraii Bambu itu, sektor manufakturnya tumbuh pada laju yang paling lambat dalam setahun. Bahkan, pada Agustus, pesanan ekspor menyusut. Dan, Jepang dan Korea Selatan juga mengalami hal yang sama.

“Serangan tarif telah menyakiti ekonomi China jauh lebih besar daripada di Amerika Serikat. Kita bisa melihat prospek ekonomi Asia, dengan melihat kondisi China apakah dapat menghindari penurunan tajam dalam pertumbuhan,” kata Kepala Ekonom di Dai-Ichi Life Research Institute, Yoshiki Shinke di Jepang.

Saat ini, para investor mulai resah dengan proteksionisme dari aski perdagangana AS. Bahkan, proteksionisme Donal Trump ini melukai kepercayaan investor di banyak negara karena memukul saham mereka di Asia.

Seperti diketahui, Trump mengaku siap untuk menerapkan tarif baru sesegera mungkin, usai periode jajak pendapat publik mengenai rencana sanksi berakhir. Hal ini tentu akan menjadi eskalasi besar setelah AS telah menerapkan tarif pada USD50 miliar ekspor dari China.[Ham]

Bagikan Ini :