Rahmat Bagja dan Hendry Yosodiningrat / Foto:Bambang Tri P / telusur.co.id

telusur.co.id – Putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang telah meloloskan Eks Narapidana Koruptor maju Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) membuat hubungan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) memanas.

Dalam acara diskusi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (4/9/18), Komisioner Bawaslu, Rahmat Bagja membantahnya. Menurut dia komunikasi dengan KPU hingga saat ini baik-baik saja.

Malah Bawaslu akan menggelar pertemuan dengan KPU dan DKPP membahas beberapa peraturan yang dianggap bermasalah dan merugikan hak setiap warga negara untuk mencalonkan diri sebagai wakil rakyat merkipun calon tersebut memiliki rekam jejak sebagai mantan narapidana kotupsi.

“Besok akan ada pertemuan tripartit antara Bawaslu, KPU dan DKPP. Mungkin membicarakan hal ini (PKPU no 20 tahun 2019),” ucap Bagja.

Ketika ditanya dimana pertemuan itu berlangsung. Bagja enggan memberitahu secara pasti. Sebab dirinya belum mengetahui secara pasti lokasi pertemuan ketiga lembaga itu.

Diketahui, Panasnya dua lembaga penyelenggara pemilu ini dimulai saat Bawaslu meloloskan beberapa napi koruptor didaerah sebagai bakal calon anggota legislatif yang dinilai KPU sangat bertentangan dengan PKPU No 20 tahun 2018.[far]

Bagikan Ini :