Foto: net

terlusur.co.id – Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) mendesak Pemilihan Umum (Pemilu) tahun depan ditunda jika persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak dapat dapat dituntaskan.

Begitu disampaikan Presiden Geprindo, Bastian P Simanjuntak dalam keterangan yang diterima, Selasa (4/9/18).

“Data Pemilih Invalid, Sebaiknya Pemilu ditunda kita ketahui bersama ada sekitar 25 juta data DPT yang invalid sehingga akan menjadi peluang terjadinya kecurangan,” ucap dia.

Persoalan data, kata Bastian, memang hal klasik negeri ini, namun tidak boleh dijadikan pembenaran oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal itu lantaran DPT yang valid bakal menentukan kualitas pemilu dan wajah demokrasi Indonesia yang baik dimata dunia.

“Harusnya pemerintah bisa belajar dari pemilu maupun pilkada. Masa sih mengurusi data kependudukan selama 4 tahun ini tidak becus, atau jangan-jangan ini kesengajaan yang terstruktur,” kata dia.

Caleg dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini juga melanjutkan, sangat disayangkan bila data invalid merupakan kesengajaan oleh pemerintah. Karena, akan berdampak pada hasil pemilihan nantinya.

“Masih segar dalam benak kita kasus tercecernya KTP-El yang tentu saja sangat memalukan. Sebagai identitas kependudukan harusnya KTP-El dijaga dengan baik, mulai dari proses tender hingga produksi serta distribusi,” ucap dia.

“Kecurangan pemilu merupakan pengkhianatan terhadap suara rakyat, dan pelakunya harus dihukum berat,” ucap dia .

Sebagai garda terdepan lanjut Bastian, Geprindo mendesak Mendagri menuntaskan persoalan DPT agar pemilu berjalan damai tanpa ada kecurangan.

“Harus bertanggung jawab, mundur dari jabatannya karena tidak mampu mengurus data kependudukan secara clean and clear. Selain itu kita meminta penundaan pemilu sampai data yang diberikan benar-benar valid,” pungkas dia.[far]

Bagikan Ini :