telusur.co.id – Indonesia Corruption Watch (IWC) menyayangkan langkah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang meloloskan beberapa nama bekas narapidana Korupsi maju sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg).

Begitu disampaikan Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Faris dalam diskusi bertema ‘Pemilu berintegritas’ di Gedung Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (4/9/18).

Menurut dia, sikap awal Bawaslu yang menolak kemudian berubah menjadi meloloskan beberapa napi koruptor malah membuka peluang bagi napi koruptor untuk mencalonkan diri kembali melalui Partai Politik.

Harusnya kata Donal, Bawaslu bisa bertahan dengan pendapatnya. Karena dengan perubahan yang terjadi menyebabkan kredibilitas Bawaslu sebagai lembaga yang dipercaya untuk melakukan pengawasan dipertanyakan.

“Putusan-putusan Bawaslu seperti buah simalakama bagi Bawaslu sendiri” ucap dia.

Senada dengan Donal, Dosen Fakultas Hukum UM Tangerang, Gufroni menilai langkah Bawaslu meloloskan beberapa calon yang memiliki latar belakang bekas narapidana sangat membahayakan demokrasi yang ingin bersih dari orang orang bermasalah

“Ini sudah membahayankan bagi demokrasi kita,” kata dia.

laporan : Althaf Rizka

Bagikan Ini :