Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo/Net

telusur.co.id – Setelah ditinggalkan Sandiaga Uno untuk ikut berkompetisi di Pilpres 2019, kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga saat ini masih kosong, alias belum berpenghuni.

Menyikapi kekosongan kursi orang nomor dua di ibu kota, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengimbau agar segera diisi.

Meski demikian, dirinya menyadari jika pihaknya memang tidak bisa memaksakan kehendak agar kursi itu segera diisi.

Namun, tertera dalam Pasal 176 Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Terutama berkaitan dengan pemberhentian seorang pimpinan daerah.

Dimana dalam ayat 1 pasal tersebut berbunyi, “Dalam hal Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri, atau diberhentikan, pengisian Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Provinsi atau DPRD Kabupaten/Kota berdasarkan usulan dari Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung”.

Selanjutnya dalam ayat 4 berbunyi, “Pengisian kekosongan jabatan Wakil Gubernur, Wakil Bupati dan Wakil Walikota dilakukan jika sisa masa jabatannya lebih dari 18 bulan terhitung sejak kosongnya jabatan tersebut”.

“Aturannya harus diisi minimal 18 bulan sisa masa jabatan,” kata Tjahjo di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/9/18).

Menurut Tjahjo, mekanisme mengenai pergantian wakil gubernur DKI akan diputuskan oleh DPRD. Setelah Sandiaga menyatakan mundur, maka surat pengunduran diri itu akan disampaikan ke Presiden untuk mendapatkan penetapan.

Setelah ada penetapan presiden itu, koalisi dua partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017 akan mengusulkan nama pengganti Sandiaga Uno sebagai Wagub DKI Jakarta.

Tjahjo memastikan, Kemendagri tidak akan mendesak agar pemerintah Jakarta segera mengisi posisi Wagub yang kosong. Namun, Kemendagri mengimbau agar posisi itu jangan terlalu lama kosong.

“Kami mengimbau jangan terlalu lama kosong. Itu saja,” kata Tjahjo.

Sandiaga Uno mundur dari kursi wakil gubernur DKI Jakarta. Ia memilih untuk maju sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Prabowo-Sandi akan bersaing dengan pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019. [ipk]

Bagikan Ini :