Foto : AP Foto

telusur.co.id – Pendiri Jaringan Haqqani, Jalaluddin Haqqani meninggal dunia setelah mengalami sakit yang cukup lama. Selama beberapa tahun, Jalaluddin Haqqani telah sakit dan hanya berada di tempat tidur.

Haqqani, yang mendirikan jaringan pada 1970-an, melepaskan kepemimpinan operasional kelompok itu beberapa tahun lalu kepada putranya, Sirajuddin Haqqani, yang sekarang adalah wakil pemimpin Taliban Afghanistan.

Haqqani menjadi terkenal sebagai pemimpin gerilya dalam kampanye dukungan AS terhadap pasukan Soviet yang menduduki Afghanistan tetapi kemudian bersekutu dengan Taliban, memerangi pasukan Amerika setelah Taliban dihilangkan pada tahun 2001.

Kelompoknya menjadi terkenal karena serangan-serangan yang rumit dan terorganisasi dengan baik baik di militer Afghanistan maupun AS serta sasaran-sasaran sipil dan penculikan-penculikan profil tinggi.

Tak itu saja, Haqqani juga salah satu kelompok bersenjata paling efektif dan ditakuti di Afghanistan. Pejabat Taliban menegaskan, walaupun Jalaluddin Haqqani meninggal dunia ideologinya tetap kuat.

“Jika mulia Haqqani Sahib telah meninggalkan kita secara fisik, ideologi dan metodologinya terus bertahan,” katanya.

Seorang analis politik di Kabul, Mushtaq Rahim juga mengungkapkan Haqqani telah terlibat dalam banyak serangan canggih dan menggunakan teknik inovatif dalam perang asimetris, menciptakan sakit kepala bagi pemerintah Afghanistan.

“Dalam jajaran Taliban ia telah dilihat sebagai pahlawan. Selama 1980-an ia menjadi sakit kepala besar bagi pasukan Rusia dan pemerintahan Kabul,” kata Rahim kepada Al Jazeera.com. (ham)

Bagikan Ini :