foto|net

telusur.co.id – Anggota Komisi V, Nurhasan Zaidi mempertanyakan pagu anggaran dari program prioritas Kementerian pembangunan desa tertinggal, dan transmigrasi mengalami penurunan menjadi Rp. 4.3 Trilyun yang semula Rp. 4.5 Trilyun.

“Mengapa turun? Apakah ada prioritas lain? ,” tanya dia dalam rapat kerja bersama mitra legislatif, Komisi V DPR RI, Rabu.

Menurut dia, penurunan pagu anggaran dari tahun sebelumnya apa karena ketidakmampuan kementerian menyerap anggaran secara optimal demi maslahat masyarakat desa atau karena faktor lain. “Saya kira perlu dijelaskan,” katanya.

Kementerian desa, pembangunan desa tertinggal, dan transmigrasi melaksanakan Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Desa, Eko Putro Sandjoyo, serta para anggota komisi V. Agenda pertemuan hari ini membahas rencana kegiatan dan anggaran kementrian/lembaga tahun (RKA K/L) 2019.

Dalam rapat ini Eko  menyampaikan program-program prioritas diantaranya pembangunan kawasan pedesaan, pengembangan daerah tertentu, dan pembangunan daerah tertinggal yang pagunya mengalami penurunan.

Bagi dia, program prioritas sangat penting bagi masyarakat, karena itu harus direalisasikan dengan besarnya anggaran bagi desa. “Kami siap bantu pak menteri untuk menyalurkan program prioritas desa seluruh Indonesia yang pastinya sangat membantu pemerintah dalam percepatan daerah pembangunan,” tuntasnya. (ham)

Bagikan Ini :