telusur.co.id – Komisi VIII DPR RI, Menyepakati penambahan anggaran untuk Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar Rp 58,906 triliun pada tahun 2019.

Dalam rapat kerja Menteri Sosial(Mensos), Agus Gumiwang mengatakan anggaran itu bakal dialokasikan ke beberapa program yang sudah dicanangkan.

“Seperti, pelindungan, jaminan sosial, rehabilitas sosial, pemberdayaan sosial, penanganan fakir miskin, pendidikan, penelitian, dan penyeluhan sosial di indonesia,” Ucap dia di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta Kamis (6/9/18).

Saat ini menurut politisi Partai Golkar, pihaknya telah melakukan perincian anggaran untuk setiap program. Antara lain, Perlindungan dan Jaminan Sosial Rp34,765 triliun dan Penanganan Fakir Miskin Rp 21,405 triliun. Dari jumlah tersebut, pagu anggaran total Kemensos tahun 2019 naik sebesar 36,06 persen dibanding tahun anggaran 2018, sementara kenaikan terbesar terjadi pada Program Perlindungan Sosial sebesar Rp 15 triliun, sedangkan Program Penanganan Fakir Miskin (PFM) dan Pemberdayaan Sosial (Dayasos) mengalami penurunan.

Khusus mengenai penanganan bencana gempa bumi (Nusa Tenggara Barat) NTB, hingga 31 Agustus 2018 lalu, santunan korban meninggal kepada ahli waris sebanyak 567 orang masing-masing Rp 15 juta per orang. Santuan korban luka Rp 2,5 juta per orang, bantuan isi hunian tetap Rp 3 juta per rumah. Selain itu, santunan duka relawan Palang Merah Indonesia (PMI) 2 orang sebesar Rp 20 juta, jaminan hidup maksimal 3 bulan untuk Rp 900 ribu per jiwa, 378 Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan 235 pendamping PKH.

Sedangkan, Perlindungan Sosial Berkelanjutan mencakup PKH sebanyak 325.320 Kepala Keluarga (KK), Bantuan Pangan Non Tunai untuk 473.049 KK serta Program Indonesia Pintar dan Program Indonesia Sehat. Sementara itu, dalam Program Tanggap Darurat telah diberikan pemenuhan kebutuhan tempat tinggal sementara sebanyak 1.519 unit tenda gulung, tenda serba guna dan tenda keluarga.

Pemenuhan kebutuhan makanan terdiri 100 ton beras untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov), 400 ton beras pada Pemerintah Kabupaten (pemkab) dan 20 ton beras regular. Juga telah disalurkan 21 ribu paket sembako terdiri 5 kg beras dan lauk pauk, serta dibentuk 10 titik dapur umum dengan 25.675 bungkus per hari dan 2 titik dapur.[far]

 

Laporan: Noor Muhammad Ikhlas R

Bagikan Ini :