telusur.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendapat tausiah atau di ceramahi anggota Komisi II DPR, Dadang S Muchtar.

Dalam ruang komisi II Dadang mengatakan, sebagai lembaga penyelenggaa pemilu, KPU dan Bawaslu seharusnya bisa bekerjasama agar pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif dan dan pemilihan Presiden tahun depan berjalan dengan baik.

“Saya ingin menyampaikan tausiah, jangan terjadi lagi ribut-ribut tentang PKPU itu, malu saya. Kita ini satu sistem,” ucap Dadang dihadapan seluruh anggota dan pimpinan KPU serta Bawaslu, Kamis (6/9/18).

Dijelaskan dia, persoalan larangan mantan napi maju sebagai caleg. seharusnya bisa diselesaikan bersama dengan mencari formulasi yang simple. “Dengan begitu satu masalah bisa selesai,” imbuh dia.

Saat ini lanjut Dadang, Masyarakat di pusingkan dengan tata cara pencoblosan. Sebab, Pemilu 2019 surat suara yang akan di coblos sebanyak lima lembar.

“Dikampung itu sedang bingung untuk memilih sampai lima lembar. Itu nenek bingung bagaimana kita menjelaskannya,” tukasnya.

Sebelumnya di ketahui KPU menerbitkan peraturan larangan mantan napi maju caleg sedangkan Bawaslu meloloskan beberapa mantan napi yang maju sebagai caleg.[far]

Bagikan Ini :