telusur.co.id – Dugaan adanya 25 Juta data ganda Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dilontarkan empat Sekretaris Jenderal dari partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno membuat Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo angkat bicara.

Menurut Bambang, penyelenggara pemilu harus memberi klarifikasi atas temuan itu. Hal itu, kata bamsoet panggilan akrab Bambang Soesatyo, agar tidak menimbulkan keresahan.

“Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus sedini mungkin melakukan verifikasi terhadap dugaan data ganda dalam DPS tersebut sebelum menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT),” ucap dia dalam keterangan tertulis, Rabu (5/9/18).

Selain KPU lanjut politisi Partai Golkar , pemerintah melalui Kemendagri juga harus segera merapihkan data-data pemilih, dengan lebih memperhatikan hasil sensus penduduk dari lembaga yang berwenang untuk disandingkan dengan DPT.

“Mengingat hasil sensus tersebut belum tentu valid karena seiring berjalannya waktu kemungkinan ada warga yang meninggal dunia atau yang usianya telah memasuki usia wajib pilih, sehingga perlu adanya pemutahiran data pemilih agar tidak terjadi kecurangan dalam pelaksanaan pemilu,” tukas dia.[far]

Laporan: Sasya

Bagikan Ini :