foto : Achmad Juhriansyah
telusur.co.id – Satu persatu warga Desa Pihani Raya Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang mempunyai alat penyetrum ikan kembali menyerahkannya kepada pihak berwajib.
Terbukti, sebanyak 16 warga setempat  dengan sukarela menyerahkan alat penyetrum ikan yang terdiri dari serok ikan, stik setrum hingga kapasitor.
“Alhamdulillah hari ini (Jum’at,red) ditempat rumah Kepala Desa sekitar pukul 18.00 tadi sore ada lagi warga yang menyerahkan alat setrum ikan, jumlah nya sekitar 16 warga,” ujar IPTU Hilmi Wansyah, Kapolsek Daha Selatan saat dihubungi awak media, Jum’at (7/9) malam sekitar pukul 21.30 wita.
Menurut IPTU Hilmi Wansyah, menjelaskan bahwa penyerahan secara sukarela berupa alat tangkap ikan yang memang ilegal ini usai dilakukan pendekatan langsung kepada masyarakat setempat.
“Berbagai unsur di Daha Selatan seperti pak Camat, pak Danramil bahkan pihak Polsek hingga tokoh agama langsung turun ke warga sambil melakukan pendekatan dan bersosialisasi langsung bahwa menangkap ikan dengan cara setrum adalah perbuatan melanggar hukum,” papar Hilmi.
Apalagi, tambah Hilmi saat ini salah satu bank milik pemerintah yaknk Bank BRI menyatakan akan menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat apabila ingin mengubah nasib tanpa harus melanggar hukum lagi.
“Dalam pertemuan tadi juga, warga diberitahu bahwa adanya kesempatan untuk mengajukan KUR dari BRI Unit Nagara bagi mereka yang ingin beralih usaha dari menyetrum,” jelas mantan Kapolsek Daha Utara ini.
Untuk itulah, pinta Hilmi pihak nya meminta kepada warga yang mempunyai alat penyetrum ikan dan belum menyerahkan nya untuk dapat juga mengikuti contoh warga yang sularela menyerahkan.
“Kami meminta kepada warga untuk segera menyerahkan peralatan setrumnya, baik lewat Kepala Desa maupun pihak yang berwajib karena apabila tidak menyerahkan dan masih melakukan penyetruman maka akan dilakukan tindakan tegas berupa proses hukum,” tegas Hilmi. (ham)
Bagikan Ini :