telusur.co.id – Dua markas besar partai oposisi Kurdi Iran yakni Partai Demokrat Kurdistan Iran (KDPI) dan Partai Demokratik Kurdistan Iran (PDKI) yang berada di kota utara Koya pada hari Sabtu dihantam serangan roket.

“Sebelas anggota KDPI tewas dan 30 terluka oleh roket Katyusha yang ditembakkan di markas mereka,” kata Kamran Abbas, direktur rumah sakit kota, kepada kantor berita AFP.

PDKI, di sebuah posting Twitter, menyalahkan Iran atas serangan itu dan mengatakan sebuah kamp pengungsi yang berdekatan juga terkena.

Foto-foto yang diposting oleh PDKI di media sosial menunjukkan anak-anak yang terluka dan asap tebal di langit.

Kedua kelompok mencari otonomi Kurdi di Iran dan beroperasi di pengasingan di negara tetangga Irak.

Kurdistan 24 mengatakan serangan itu terjadi saat para pemimpin partai duduk untuk pertemuan, dan setidaknya dua pejabat senior terluka dalam penembakan itu.

Serangan Sabtu adalah yang terbesar di markas partai sejak tahun 1996, kata saluran itu.

Koya, yang juga dikenal sebagai Koysinjaq, berjarak sekitar 60 km di sebelah timur dari ibukota wilayah otonomi Kurdi, Erbil.

Mengutip pejabat lokal, Rudaw, sebuah saluran televisi Kurdi, mengatakan wilayah Koya “telah dibom selama berhari-hari”.

Juga pada hari Sabtu, Iran mengeksekusi tiga orang yang diduga separatis Kurdi. Salah satunya, Ramin Hossein Panahi, telah merencanakan untuk mengebom reli di provinsi Kurdi Iran Juni lalu.

Sementara itu, Pengawal Revolusi Iran mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah membunuh enam anggota kelompok bersenjata Kurdi yang terlibat dalam serangan Juli di sebuah pos perbatasan Iran. (ham)

Bagikan Ini :