telusur.co.id – Wakil ketua MPR RI, Mahyudin mendorong komisi pemilihan umum (KPU) segera memperbaiki Daftar Pemilihan Tetap (DPT) ganda.

Pernyataan itu disampaikannya lantaran Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) menemukan DPT Ganda 131.363 data pemilih ganda. Jumlah itu ditemukan bawaslu dari sampel di 75 kabupaten dan kota.

“Sebenernya bukan hanya pemilih ganda tapi ada juga masyarakat yang belum terdaftar dipemilihan serentak tahun 2019,” ucap Mahyudin kepada telusur.co.id beberapa waktu lalu,(10/9/18).

Menurut Mahyudin, permasalahan DPT bukan masalah baru. Sebab, setiap pemilu lima tahunan, DPT akan selalu berubah karena adanya pengurangan dan penambahan jumlah penduduk.

Disisi lain politisi Partai golkar ini juga menuturkan, saat dirinya mendaftar sebagai caleg DPD RI, dengan syarat harus mendapat dukungan, masih banyak KTP yang belum masuk DPT.

“Saat saya mendaftarkan diri menjadi calon DPR RI harus memasukkan dukungan dalam bentuk KTP ke KPU, ternyata KTP yang saya masukkan itu banyak tidak terdaftar di DPT. Jadi saya kira memang DPT kita masih bermasalah jadi KPU harus memperbaiki itu,” ucap dia.

Mestinya lanjut dia, data kependudukan itu bisa saja dirapihkan, karena negara telah mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit.

“Buat apa kita bikin KTP nasional yang menghabiskan anggaran triliunan kalau tidak bisa diselesaikan masalah data kependudukan, itu kan berarti ada kesengajaan kebodohan yang dibiarkan,” tambah dia.

 

Laporan: Noor Muhammad Ikhlas R.

Bagikan Ini :