foto istimewa

telusur.co.id – Kementerian Koordinartor Bidang Kemaritiman menggandeng tiga lembaga untuk meneliti kualitas air di Danau Toba.

Begitu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan belum lama ini, Selasa (11/9/18).

Menurut Luhut, Ketiga lembaga itu antara lain World Bank, LIPI, dan Perum Jasa Tirta.

“Semua program pembangunan di bawah koordinasi Kemenko Bidang Kemaritiman selalu dikerjakan dan berpijak pada hasil penelitian. Oleh karena itu, hasil penelitian oleh World Bank, LIPI, dan Jasa Tirta agar menjadi pijakan bagi kita bersama dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan di Kawasan Danau Toba” kata dia.

Dijelaskan dia, penelitian itu nantinya akan disampaikan ke pemerintah daerah mulai dari tinggat provinsi hingga kabupaten/kota.

“Ini akan saya follow up dan akan saya perintahkan ke pada pemda untuk bersinergi dengan pemerintah pusat untuk menangani permasalahan ini,” imbuh dia.

Saat ini lanjut Luhut,ada beberapa rekomendasi dari pemeneliti. Yaitu, perlunya dilakukan konservasi hutan karena adanya penebangan terus menerus di hulu.

“Kita harus melakukan konservasi, penanaman pohon jangan dilakukan di musim kemarau, ini harus terintegrasi, disiapkan dengan benar yaitu penanaman harus di musim hujan. Hal ini penting tujuannya agar tidak menganggu Danau Toba karna penebangan,” tuturnya.

Dari segi regulasi, Menko Luhut meminta kepada pihak terkait untuk melakukan sinkronisasi peraturan terkait penebangan pohon.”Harus ada replanting serta pohon apa yang ditanam kembali,” Ungkapnya

Selain masalah konservasi, diungkap Luhut, keberadaan kerambah di Danau Toba harus dikendalikan. Karena, LIPI menjelaskan kerambah yang di perbolehkan maksimal 1.925 petak dan untuk kerambah perusahaan harus dikurangi sampai 70%.[far]

Bagikan Ini :