telusur.co.id- Ketua Umum National Corruption Watch (NCW) Syaiful Nazar meminta agar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai transparan dalam hal pengelolaan barang sitaan yang berasal dari penyelundupan dan jumlah pemasukan negara diperolehnya. Karena, selama ini masyarakat tidak mengetahui keberadaan dari barang penyelundupan yang disita oleh Bea dan Cukai.

“Hasil penyelundupan yang disita ke mana? Tidak ada transparansi dari Bea Cukai,” kata Syaiful dalam sebuah diskusi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (12/9/18).

Syaiful juga menyatakan, sampai sekarang masyarakat juga tidak mengetahui berapa banyak barang tangkapan hasil penyelundupan itu yang sudah dimusnahkan negara.

“(Barang penyelundupan) yang didapat berapa dan yang dimusnahkan berapa serta yang dihibahkan berapa. Berapa devisa yang mengalir ke kas negara?” ungkapnya.

Dengan tidak adanya tranparansi dari Direktorat Bea dan Cukai ini, menurut Syaiful, seharusnya DPR turun tangan.
Meminta penjelasan dari pihak Bea dan Cukai. Karena, hal seperti ini tidak bisa dianggap remeh.

“Seharusnya Komisi XI DPR melakukan RDP dengan para stakeholder sekali dalam tiga bulan atau per triwulan,” tandas Syaiful.[far]

Bagikan Ini :