telusur.co.id- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto mengatakan, saat ini pihak sekolah tidak bisa melakukan pengawasan dan mengontrol langsung secara intens aktivitas para siswanya.

Menurut Bowo, tawuran yang kerap dilakukan anak sekolah dan memakan korban jiwa ini umumnya terjadi di luar jam sekolah.

“Fakta yang terakhir yang belakangan terjadi kita memang tidak bisa mengawal yang namanya anak pelajar pada pagi hari pada pukul 3.50 dinihari pas hari libur. Nah ketika itu terjadi kita tidak mungkin mendampingi teruskan,” ujar Bowo di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (12/9/18).

Namun demikian, Bowo mengklaim, pihaknya sudah memematakan sekolah – sekolah mana saja yang sering tawuran. Dan, pihak sekolah juga sudah diimbau agar mengantisipasi para siswanya yabg sering terlibat perkelahian antar sekolah.

Meski sudah di antisipasi oleh pihak sekolah, kata Bowo, masih saja sering kecolongan. Penyebabnya, aksi ini terjadi di luar jam sekolah dan itu sulit di awasi.

“Kami juga sudah petakan sekolah yang memiliki historis yang memang mimiliki lebel suka seperti itu (tawuran). Kami sudah antisipasi tetapi juga yang terjadi ya sekali lagi saya sampikan tadi kita tidak mungkin mengawasi mereka diluar jam sekolah,” tandas Bowo.

Seperti diketahui, baru-baru ini salah satu pelajar SMK berinisial AH meninggal dunia akibat tawuran terjadi antara SMAN 32 Jaksel dan SMK Muhammadiyah Jakbar di Jalam R. Soepeno, Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (6/9/18).[Ipk]

Bagikan Ini :