Ahmad Muzani/Repro

telusur.co.id – Pernyataan Menterian Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly soal Tagar #2019PrabowoPresi Den yang didaftarkan di Kemenkumham merupakan siasat nakal mendapat tanggapan dari partai Gerindra.

Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani menegaskan alasan didaftarkannya tagar itu agar memiliki badan hukum yang kuat.

Sebab, dengan didaftarkan maka tagar #2019PrabowoPresi Den, semua kegiatan akan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Bagaimana siasat nakal. Kami taat terhadap aturan yang yang di buat,” ucap dia di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Rabu (12/9/18).

Disisi lain, Muzani juga mempertanyakan mengapa Yasonna melarang hastag itu untuk didaftarkan dengan beberapa alasan.

“Bagaimana katanya tagar 2019 ganti presiden enggak boleh, terus yang boleh apa,” ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, Menkum HAM Yasonna Laoly menurutkan notaris yang mendaftarkan perkumpulan tersebut menggunakan siasat tertentusalahsatunya menggunakan spasi pada kata ‘Presiden’ (Presi den).[far]

Bagikan Ini :