telusur.co.id- Media sosial dihebohkan dengan video seorang ulama bernama Gus Miftah yang mengajak para wanita berpenampilam seksi pengunjung tempat hiburan malam untuk bershalawat. Para wanita pun mengikuti lantunan shalawat yang diucapkan Gus Miftah.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, mendukung dakwah yang dilakukan Gus Miftah. Dia menilai, keberanian berdakwah hendaknya terus disupport sepanjang dilakukan dengan cara yang benar, manhaj yang shahih, niat yang baik, ikhlas dan tidak ada maksud untuk menodai kesucian agama Islam, apalagi maksud untuk memperolok-olok agama sebagai bahan ejekan (istihza’).

“Dakwah di tempat seperti itu nilainya lebih mulia dari pada dakwah di tempat yang baik dengan komunitas yang baik tapi isi dakwahnya mengajak kepada kejahatan, penuh dengan ujaran kebencian, fitnah dan mengadu domba antarkelompok masyarakat,” kata Zainut dalam siaran pers yang diterima telusur.co.id, Rabu (12/9/18).

Zainut menerangkan, inti dari sebuah dakwah ialah mengajak manusia untuk menuju jalan kebaikan, jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT dengan penuh kebijaksanaan, kebaikan dan berargumentasi dengan cara yang baik.

Terkadang, kata Zainut, orang sering mengartikan tugas dakwah itu dengan mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Tetapi, mengajak kepada kebaikan harus dilaksanakan cara-cara yang baik. Begitu pun untuk mencegah kemungkaran tidak boleh dengan cara yang mungkar pula.

Adapun sasaran dakwah, tutur Zainut, tidak hanya terbatas kepada kelompok masyarakat yang sudah baik, tapi juga kepada kelompok mereka yang belum baik.

“Bahkan justru kelompok ini yang perlu mendapatkan perhatian khusus, misalnya daerah lokalisasi, kampung narkoba, tempat-tempat perjudian, kelab malam atau daerah remang-remang yang penuh dengan kemaksiatan,” tukasnya. [far]

Video Gus Miftah sedanv berdakwah di klub malam

 

Bagikan Ini :