telusur.co.id- Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengaku tak mempermasalahlan, jika survei LSI Denny JA menyebut PKS salah salah satu partai yang berpotensi tak lolos ambang batas parlemen karena hanya mengantongi suara 3,9 persen suara.

Menurut Hidayat, survei bukanlah sebuah kitab suci yang dijadikan pedoman hidup umat manusia.

“Kami yakin Pak Denny JA juga sangat memahami bahwa survei beliau bukan kitab suci,” kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/9/18).

Wakil Ketua MPR ini mengapresiasi LSI Denny JA yang terus mengeluarkan hasil survei. Namun, survei LSI Denny JA juga sering tak akurat. Misal, sirvei di Pilgub DKI dan Pilgub Jabar.

Oleh sebab itu, Ia menganggap, jika ada sebuah survei terhadap parpol atau apapun agap sebagai masukan do era demokrasi dan itu dimungkinkan.

“Ini adalah bagian dari masukan dan kami akan jadikan sebagai masukan tanpa harus alergi tapi tanpa harus melebih-lebihkan dia adalah survei saja,” tandas Hidayat.

Sebelumnya, LSI Denny JA mengeluarkan hasil surveinya yang dilakukan 12-19 Agustus 2018.Survei memakai metodologi survei Multistage Random Sampling dengan jumlah 1.200 responden.

Hasilnya ialah PDIP 24,8 persen, Gerindra 13,1 persen, Golkar 11,3 persen, PKB 6,7 persen, Demokrat 5,2 persen.

Sedangkan, partai yang di bawah 4 persen yang dianggap berpotensi tidal lolos PT ialah PKS 3,9 persen, PPP 3,2 persen, NasDem 2,2 persen, Perindo 1,7 persen dan PAN 1,4 persen,

Lalu, partai-partai yang di bawah 1 persen yakni Hanura 0,6 persen, PBB 0,2 persen, PSI 0,2 persen, Berkarya 0,1 persen, Partai Garuda 0,1 persen dan PKPI 0,1 persen.[far]

Bagikan Ini :