telusur.co.id– Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Asian Games 2018 telah mendapatkan apresiasi dari banyak pihak, diantaranya dari Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA) Sheikh Ahmad al-Fahad dan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach.

Keberhasilan perhelatan olaharaga terbesar se-Asia itu dapat dilihat dari sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses sarana prasarananya.

“Kita telah membuktikan kepada masyarakat dunia atas kemampuan bangsa Indonesia. Pada acara penutupan Asian Games, Bapak Wapres Jusuf Kalla menyampaikan penghargaan kepada saya selaku Menteri PUPR. Hari ini penghargaan tersebut saya teruskan kepada 162 penerima. Menurut saya ini adalah prestasi kita bersama. Hasil ini menunjukan bahwa kalau kita kerja kompak dan penuh dedikasi, kita bisa menyelesaikannya,” kata Basuki di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Basuki menjelaskan, biasanha waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan sarana dan prasarana Asian Games adalah 4 tahun. Namun, Indonesia dapat menyelesaikannya dalam waktu 1,5 tahun. Sebagaimana diketahui, pada penutupan Asian Games ke-17 di Incheon, Korea Selatan pada 4 Oktober 2014, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-18 menggantikan Vietnam yang mengundurkan diri. Jadwal penyelenggarannya juga mengalami perubahan dari semula 2019 dimajukan menjadi 2018. Hal tersebut karena Indonesia akan menyelenggarakan Pemilu.

“Penyiapan sarana dan prasarana dilakukan dalam waktu 1,5 tahun. Hal ini yang membuat pihak OCA dan IOC sangat mengapresiasi Indonesia. Keberhasilan ini merupakan sebuah lompatan,” imbuh Basuki.

Dalam mendukung Asian Games, pemerintah membangun sebanyak 79 venue pertandingan, terdiri dari 33 venue dikerjakan oleh PUPR, 27 venue oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jakarta, Jawa Barat dan Sumatera Selatan dan 19 venue oleh Inasgoc. Di samping itu, PUPR juga ditugaskan membangun 14 sarana pendukung (non-venue) seperti Wisma Atlet Kemayoran dan Jakabaring, serta penataan kawasan kompleks GBK.

Penghargaan diberikan berupa piagam yang ditandatangani oleh Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla selaku Ketua Dewan Pengarah Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) bagi sebanyak 100 piagam penghargaan yang diberikan untuk kategori Pelaksana Pekerjaan Konstruksi, Konsultan Konstruksi dan Perusahaan Non Konstruksi Pendukung.

Apresiasi untuk kategori pelaksana pekerjaan konstruksi diberikan dintaranya kepada BUMN Karya yakni PT. Wika, PT. Adhi Karya, PT. Waskita Karya, PT. Nindya Karya, PT. PP, PT. Wika Bangunan Gedung dan kontraktor dan kontraktor swasta salah satunya adalah PT. Jaya Konstruksi.

Untuk kategori konsultan konstruksi yang merupakan konsultan manajemen konstruksi dan konsultan perencana, apresiasi diberikan kepada BUMN Karya yakni PT. Yodya Karya, PT. Virama Karya dan PT. Bina Karya dan konsultan swasta salah satunya adalah PT. Arkonim. Kategori Institusi dan perusahanaan non konstruksi pendukung, diberikan diantaranya kepada PT. Panasonic Gobel Indonesia, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Tim TP4D Kejaksaan Tinggi Jakarta, Jawa Barat dan Palembang, dan Pusat Pengelolaan Kawasan GBK dan Kemayoran.

Selain itu juga diberikan 62 piagam penghargaan yang ditandatangani Menteri PUPR untuk kategori arsitek prinsipal dan perencana perorangan, Kepala Satuan Kerja Kementerian PUPR, Pejabat Pembuat Komitmen PUPR, dan anggota Tim Pelaksana Satgas Infrastruktur Asian Games ke-18. Total penghargaan yang diberikan sejumlah 162 piagam penghargaan.

“Penyelenggaraan Asian Games tahun 2018 telah membakar semangat kita dan diharapkan dapat terus dilanjutkan dalam rangka pembangunan infrastruktur yang cepat, murah dan berkualitas,” pungkas Basuki. [Ags]

Bagikan Ini :