Ketua Pengurus Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) Rudhy Rianto Setiawan. FOTO: Humas Kemenkop UKM

telusur.co.id– Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) terus mengembangkan tekonologi digitalisasi dalam menjalankan usahanya. Hal ini seiring dengan semakin ketatnya persaingan bisnis antarlembaga di era discrupsi industri 4.0.

Demikian dikatakan Ketua Pengurus KWSG, Rudhy Rianto Setiawan di kantor pusat KWSG, Gresik, Jawa Timur, Jumat (14/9/18).

Rudhy mengatakan, di tengah persaingan bisnis antar lembaga keuangan modern, koperasi Indonesia dituntut untuk terus berbenah dalam meningkatkan kinerjanya.

Adapun langkah yang dilakukan ialah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pelayanan. Dan, yang terpenting adalah pengusaaan teknologi digital.

“Kami telah mengantisipasi hal tersebut. Salah satunya dengan mengembangkan digitalisasi teknologi koperasi. Ini menjadi kunci agar koperasi tetap eksis dalam menghadapi perkembangan zaman,” kata Rudhy.

Ia menambahkan, digitalisasi teknologi koperasi yang dilakukan KWSG dilakukan hampir di semua unit usahanya.

Saat ini, KWSG telah memiliki 7 unit usaha, yakni unit simpan pinjam, ritel (V Mart), the legend resto, perdagangan umum, unit ekspedisi, unit perdagangan bahan bangunan, dan pabrik gress board.

Pengembangan digitalisasi koperasi ini, kata Rudhy, karena KWSG ingin menghadirkan sebuah koperasi modern di era milenial.

Dalam keputusan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KWSG 2017, telah merekomendasikan keputusan pendirian informasi dan teknologi (IT) yang mandiri dengan produk berupa Kartu Tanda Anggota (KTA) digital yang memiliki multi fungsi dalam bertransaksi.

Selain KTA, lanjut dia,  juga direkomendasikan pembuatan aplikasi KWSG mobile. Ini merupakan aplikasi digital yang dimiliki oleh anggota untuk mengetahui besarnya dana simpananya, bahkan dengan aplikasi KWSG mobile anggota bisa memanfaatkan ragam fitur – fitur atraktif dalam transaksi.

Menurut Rudhy, keberadaan digitalisasi di KWSG ini telah mampu memberikan efisiensi dalam menjalankan manajemen koperasi.

Sebab, sejak adanya digitalisasi makin memudahkan dalam koordinasi dengan para pengurus dan pengelola koperasi serta unit-unit bisnis dibawah naungan KWSG.

“Cukup dengan seperangkat teknologi, seperti andoid dan komputer atau lap top, kami bisa bicara langsung dengan tim dalam menjalankan koordinasi usaha. Bahkan kami juga bisa menggunakan rapat menggunakan video conference dengan berbagai cabang di daerah,” tandasnya.[Ham]

Bagikan Ini :