telusur.co.id- PDIP menduga kubu pasangan Subianto Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno tengah bermanuver politik dengan menyebut data pemilih ganda sebanyak delapan juta. Padahal, sebelumnya menyebutkan 25 juta DPT ganda.

Demikian disampaikan oleh politikus PDIP Masinton Pasaribu dalakm sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (14/9/18).

Menurut Masinton, akurasi data yang disampaikan kubu Prabowo-Sandi tak kredibel. Karena selalu berubah-ubah.

“Jumlahnya berubah-ubah (DPT ganda). Ada motif politik yang disampaikan kubu Prabowo-Sandi,” kata Masinton.

Anggota Komisi III DPR ini mengimbu seluruh peserta pemilu, bersama-sama dengan KPU, Bawaslu menyisir kebenaran pemilih ganda ini. Selian itu, Ia juga meminta KPU tranpran soal pemuktahiran DPT ganda ini.

“KPU harus bekerja profesional, agar pemilu berjalan demokratis tanpa ada penghilangan hak pemilih. Di sini menurut saya peran dari KPU agar pemilu berjalan baik,” tegasnya.

Dia juga berharap KPU dalam bekerja tidak memihak. “Jangan lagi itu pro ke sana, pro ke sini. Sebagai penyelenggara harus netral dan apa pun kalau penyelenggara netral suara rakyat bisa dijamin sesuai pilihan rakyat,” tandas Masinton.[far]

Bagikan Ini :