Ace Hasan Syadzily/Net

telusur.co.id- Partai Golkar memastikan akan menghormati putusan Mahkamah Agung (MA) yang memperbolehkan mantan narapidana korupsi menjadi calon legsilatif (caleg) pada Pemilu tahun depan. Namun, sampai saat ini Golkar masih menunggu sikap resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) terhadap keputusan tersebut.

Demikian disampaikan Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (15/9/18).

“Sekarang harus dikembalikan kepada KPU mau atau tidak menjalankan amanat dari MA tersebut. Karena keputusan MA sendiri itu di dalam aturannya kan diberikan waktu sebanyak 90 hari,” kata Ace.

“Jadi kita kembalikan kepada KPU sendiri mau membubarkan PKPU-nya atau tidak,” tambahnya.

Anggota Komisi II DPR ini memastikan, partainya telah berkomiten untuk mendukung pemberantasan korupsi. Namun, tentu pemberantasannya harus tetapmenagcu pada undang-undang.

“Ya kita punya komitmen terhadap pemberantasan korupsi, tapi masalahnya adalah kita pun juga tidak boleh melanggar UU. Jadi prinsipnya bukan berarti kita tidak pro terhadap pemberantasn korupsi,” tandas Ace.[far]

Bagikan Ini :