Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon/Net

telusur.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menyatakan, partainya sepakat apabila  penyisiran Daftar Pemilih Tetap (DPT) diperpanjang. Hal itu karena, ia melihat masalah daftar pemilihan tersebut sangatlah penting bagi partai politik.

“Ya karena masalah DPT ini, masalah yang paling krusial dalam Pemilu. Sekarang di sinyalir masih ada 8 juta yang bermasalah, 1,250 kalo tidak salah sudah mutlak pemilih ganda,” ucapnya di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/09/18).

Lebih dari itu, Fadli juga mengusulkan agar KPU melakukan audit forensik mengenai data pemilihan secara keseluruhan termasuk dalam IT. Terlebih, masalah IT baik KPU dan Bawaslu telah mengakui adanya masalah.

“Sangat penting perlu ada audit forensik kepada tim KPU. Supaya ada kepercayaan terhadap sistem IT yang ada di KPU. Karna disinyalir tahun 2014 ada sedot data ada permainan algoritma itu dibicarakan juga di satu arahan pasca pemilu kita tidak ingin itu terjadi lagi,” ungkapnya.

“Jadi tidak hanya data, harus ada audit forensik, spaya kita yakin sekali bahwa sistem IT itu tak mudah di jebol. Kalau KPU tak mampu libatkan pihak-pihak lainnya, yang punya IT-IT yang hebat, untuk dilibatkan di sistem-sistim cyber kita,” tegasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum atau KPU menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan/DPTHP Pemilu 2019.

Rapat ini, merupakan lanjutan dari rapat pleno pada 5 September 2018 lalu, untuk memperbaiki data pemilih ganda.

Kepala Biro Perencanaan dan Data KPU, Sumariyandono mengatakan, pihaknya telah melakukan penyempurnaan data DPT bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan perwakilan partai politik di pusat maupun daerah.

“Kami sudah melakukan penyempurnaan potensi data pemilih ganda di daerah,” kata Sumariyandono di kantor KPU Pusat, Jakarta, Minggu 16 September 2018.

Berdasarkan hasil penyempurnaan tersebut, data pemilih dalam negeri ditetapkan sebanyak 185.084.629 pemilih.

Rinciannya, angka itu terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 92.481.776 orang dan perempuan 92.602.853 orang. Pemilih didata dari 514 kabupaten/kota, 7.201 kecamatan, 83.370 desa/kelurahan dengan jumlah TPS sebanyak 805.068. (ham)

Bagikan Ini :