telusur.co.id- Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring menekankan bahwa marketing merupakan bagian penting dalam memasarkan produk hasil koperasi dan UKM.

Menurut dia, produk koperasi dan UKM yang dibuat sedemikian rupa akan percuma, jika pemasarannya tidak dilakukan dengan baik.

“Percuma saja KUKM mampu membuat produk yang berkualitas, tapi tidak bisa dan tidak paham cara memasarkannya”, kata Meliadi, usai menghadiri acara Gala Dinner Rakernasus Indonesia Marketing Association (IMA) 2018 di Kota Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Meliadi menilai, hendaknya KUKM memahami dan mengetahui pangsa pasar yang akan dibidik dari produk yang dihasilkannya. “KUKM harus membuat produk yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan orang. Cara-cara produksi dulu baru memikirkan pemasaran, sudah harus ditinggalkan bila ingin produknya laku di pasaran,” imbuh dia.

Apalagi, strategi pemasaran zaman sekarang sudah memasuki babak era digital. Dimana tak ada lagi batas antara ruang dan waktu. “Bila ingin berkembang, KUKM harus sudah masuk ke ekonomi digital dalam memasarkan produknya. Bila tidak, ya siap-siap saja produknya tidak akan dikenal dan diserap pasar,” ungkapnya.

Meliadi berharap IMA di seluruh Indonesia mampu menjadi pembina bagi para pelaku KUKM dalam memasarkan produknya. Selain itu, para pelaku KUKM juga harus bisa memanfaatkan IMA yang ada di daerahnya. “IMA di daerah harus aktif turut membangun produk KUKM khas daerahnya dengan cara mengenalkan pasar secara tepat dan benar,” paparnya.

Sementara itu, pendiri IMA sekaligus Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Hermawan Kertajaya meminta agar seluruh kepala daerah di Indonesia harus yang memiliki jiwa marketing dan enterpreneur.

“Itu sesuai dengan harapan Presiden Jokowi dimana seorang kepala daerah harus mampu menjual dan memasarkan produk unggulan daerahnya,” kata Hermawan.

Hermawan menyebutkan, salah satu tugas utama IMA adalah bisa menciptakan daya saing produk daerah agar mampu menembus pasar global. “Kita akan menyatukan antara marketing dengan enterpreneurship. Marketing tidak akan bergerak cepat kalau tidak dipadukan dengan enterpreneurship,” tandasnya.[far]

Bagikan Ini :