FOTO: Biro Pers Setpres

telusur.co.id- Presiden Joko Widodo mengimbau seluruh elemen bangsa untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan. Ia mengatakan, momen Asian Games yang lalu merupakan bukti bagaimana persatuan dapat menjadi penopang kesuksesan para atlet menuju kesuksesan.

“Coba lihat Asian Games, ingat lho ranking ke-4. Kalau kita bisa ranking 4 itu luar biasa. Kembali lagi tak berpikir suku saya, agama saya apa. Saat itu atlet berpikir ini untuk Indonesia,” kata Jokowi dalam sambutannya pada Pembukaan Musyawarah Nasional Pertama Persatuan Umat Buddha Indonesia di Istana Negara, Selasa (18/9/18) seperti dilansir dari keterangan resminya.

Menurut dia, apabila semangat persatuan terus di jaga dan ditunjukkan, bukan tidak mungkin Indonesia akan mampu melesat lebih jauh di semua bidang.

“Kalau kita bersatu, rukun, bangsa kita bisa melompat, tapi saya sering lihat energi kita habis untuk hal-hal enggak tentu,” bebernya.

Oleh karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengimbau agar persatuan harus terus dijaga. Sebab, keragaman, kemajemukan dalam hal agama, adat, dan tradisi merupakan anugerah dan kekayaan Indonesia.

“Karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, kerukunan dan persaudaraan. Oleh sebab itu saya mengajak pada kita semua untuk terus merawat, menjaga, persatuan dan kesatuan di antara kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” ujar Presiden.

Selain itu, Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar masyarakat. Dia berharap kontestasi politik tidak mengakibatkan retaknya persaudaraan.

“Sekali lagi saya perlu mengingatkan kembali kita perlu hidup rukun, saling membantu, menolong bukan hanya untuk kelompok kita tapi untuk seluruh bangsa Indonesia,” tandasnya.[Ham]

Bagikan Ini :