FOTO: Istimewa

telusur.co.id- Jejaring sosial Path akan resmi tutup bulan depan. Kabar ini membuat netizen khususnya para pengguna path merasa bernostalgi.

Terbukti dengan banyaknya ucapan good bye path dari netizen di Twitter melalui tagar #terimakasihPath dan banyaknya tanggapan layar yang dibagi melalui fitur berbagi cerita di Instagram.

Perusahaan yang berbasis di San Fransisco, Amerika Serikat itu mengumumkan Path tak lagi hadir di Apple Itunes dan Google PlayStore pada 1 Oktober 2018.

Melihat fenomena tutupnya Path, banyak spesifukulasi bermunculan tentang penyebab ditutupnya jejaring sosial yng identik dengan warna merah ini.

Alasannya adalah aplikasi Path yang lebih personal. Berbeda dengan aplikasi lainnya. Kouta pertemanan Path hanya sedikit, sekitar 150 akun saja walaupun sekarang di perbanyak menjadi 500 akun. Penambahan ini dikarenakan adanya tekanan dari pengguna Indonesia untuk memperbesar kuota pertemanan.

Wajar saja, karena pengguna Path terbesar ada di Indonesia. Selain itu, Path tidak mengeluarkan inovasi apa pun saat beberapa pesaing mulai muncul, seperti Snapchat dan Instagram yang memiliki berbagai fitur baru dan segar.

Jadi, bukan hal yang aneh ketika sekarang keberadaannya mulai ditinggalkan. Path tidak lagi memiliki keunggulan jika disandingkan dengan media sosial lainnya.[tp]

Laporan: Lita

Bagikan Ini :