telusur.co.id- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pada Senin (17/9/18) mengenai tarif impor produk dari Cina sebesar 10 persen atau senilai US 200 miliar

Dilansir dari Nasional Public Radio, Trump juga mengatakan bakal menambah tarif sekitar US 267 miliar, jika Cina melakukan balas dendam terhadap petani atau industri AS lainnya.

Penerapan tarif ini merupakan buntut dari perselisihan perdagangan yang meningkat antara kedua negara tersebut.

Penerapan tarif baru akan diberlakukan pada 24 September. Jika Cina tidak melakukan konsensi, Trump memastikan akan meningkatkan tarifnya hingga 25 persen.

Tarif baru berlaku untuk ratusan barang-barang, mulai dari makanan laut, tas tangan hingga kertas toilet. Hal ini sudah dimasukkan daftar yang dirilis 10 Juli lalu. Namun, AS akan mengecualikan beberapa perangkat elektronik seperti smartwatches, perangkat Bluetooth, kesehatan.

Alasan Trump memberlakukan tarif, lantaran Washington mengaku gerah terhadap kebijakan Beijing, memaksa perusahaan-perusahaan AS yang berbisnis di Cina menysaratkan transfer teknologi dan kekayaan intelektual.

“Praktik-praktik ini jelas merupakan ancaman besar bagi kesehatan jangka panjang dan kemakmuran ekonomi Amerika Serikat,” kata Trump dalam pernyataan di Gedung Putih.

Trump mendesak para pemimpin Cina untuk “mengambil tindakan cepat untuk mengakhiri praktik perdagangan tidak adil negara mereka.”

Sebelumnya Senin, penasihat ekonomi kepala Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan, pihaknya siap untuk bernegosiasi dengan Cina. Hal ini dalam rangka mengurangi hambatan dalam perdagangan dua negara. “Kapan saja bahwa mereka siap untuk negosiasi serius dan substantif,”Larry.[Ham]

 

 

Bagikan Ini :