Mendag RI, Eggartiasto Lukita/Net

telusur.co.id- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, keputusan mengimpor beras sudah berdasarkan Undang-Undang (UU) pangan dan Peraturan Presiden (PP) yang diputuskan dalam rapat koordinasi (rakor). Karenya, dirinya mengeluarkan surat tugas impor kuota 2 juta ton kepada Bulog

Enggar mengaku tak masalah bila Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso kemudian memutuskan tak mengimpor beras. Dengan alasan produksi petani lokal dinilai mampu memenuhi kebutuhan nasional.

“Loh ya terserah (Biluwas nggak setuju impor. Yang pasti rakortas memutuskan jumlah total itu 2 juta, itu keputusan rakor bukan keputusan saya,” kata Enggar saat kunjungan ke Gudang Gakoptindo di Jakarta, Rabu (19/9/18).

Menurut Enggar, keputusan impor lantaran produksi beras nasional kurang dengan rentan impor hingga Juli 2018.

Rinciannya, lanjut Enggar, Januari lalu diputuskan impor 500 ton. Kemudian Maret ditetapkan 500 ton. Lalu, pada April 1 juta ton.

“Kita sebenarnya sampai dengan Juli. Tapi surat Bulog meminta agar izin impor diperpanjang,” kata dia.

“Kita keluarkan, setuju perpanjangan pertama dan kedua belum sampai akibat cuaca,” sambung Enggar.

Sebelumnya, Budi Waseso mengatakan, Indonesia tak perlu mengimpor beras hingga Juni 2019. Hal ini karena cadangan beras pemerintah di gudang Bulog terdapat 2,4 juta ton yang akan dipakai untuk distribusi Beras Sejahtera (Rastra) sebanyak 100 ribu ton, sehingga sisa 2,3 juta ton

Kemudian, jumlah itu akan ditambah 400 ribu ton pada bulan Oktober nanti yang merupakan sisa impor tahun lalu sebesar 1,8 juta ton.

“Yang kami lakukan ya tinggal menjaga ini (stok). Masa harus bertahan pada impor?” kata Impor. [Ham]

 

Bagikan Ini :