telusur.co.id – Pernyataan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang menyatakan Bulog meminta penambahan kuota impor beras dibantah kepala Bulog Budi Waseso (Buwas).

Menurut dia, selama ini bulog tak pernah meminta penambahan impor beras lantara kondisi stok bulog masih relatif aman.

Hasil pemeriksaan Bulog menunjukkan tren harga beras di pasar masih stabil. Di beberapa wilayah ditemukan harga beras masih berada di level Rp 9.000, bahkan ada yang Rp 8.200 untuk kualitas tertentu.

“Saya tidak pernah minta izin impor baru. Perpanjangan baru itu surat kadaluarsa,” ungkap Budi dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Perum Bulog, Rabu (19/9/18).

Tak hanya itu, kata Buwas, pihaknya juga selalu melakukan evaluasi terharap penyerapan beras yang kurang masif.

Berdasarkan evaluasi pasar sementara, pasokan beras memang masih banyak, sementara kebutuhan masyarakat masih sedikit.

“Buktinya yang beli sedikit, atau kami suplai juga belum mau masih banyak. Maka itu yang menyebabkan operasi pasar Bulog belum masif,” katanya.

Sebelumnya, Enggartiasto mengatakan saat Bulog yang sudah berganti kepemimpinan ke tangan Budi Waseso justru dua kali meminta izin perpanjangan impor beras. Surat perpanjangan diajukan pada 13 Juli 2018 dan 23 Agustus 2019.

“Pak Buwas sendiri menandatangani permohonan perpanjangan izin impor (tambahan impor beras satu juta ton),” ungkap Enggar.[far]

Bagikan Ini :