KPK/Net

telusur.co.id – KPK didesak untuk tidak main-main dalam mengusut pertemuan Deputi Penindakan KPK, Brigjen Firli dengan Tuan Guru Bajang (TGB), yang disebut-sebut dalam kasus dugaan penyimpangan divestasi saham PT. Newmont Nusa Tenggara.

Adalah Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi yang mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi serius mengusut pertemuan keduanya.

“KPK harus serius melakukan pemeriksaan, jangan main main, karena menyangkut kridibilitas citra baik lembaga KPK,” kata Uchok kepada redaksi, Rabu (19/9/18).

Dirinya meminta KPK untuk menon-aktifkan sementara Brigjen Firli, sampai proses telaah yang dilakukan oleh KPK rampung. “Proses pemeriksaan jangan hanya melihat pelanggaran kode etik saja,” kata dia.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi sedang menyelidiki dugaan penyimpangan divestasi saham PT. Newmont Nusa Tenggara. Dimana, pengusutan itu menyebut nama Tuan Guru Bajang (TGB).

Namun, penyelidikan KPK ‘tercoreng’ karena diduga ada pertemuan antara TGB dengan Deputi Penindakan KPK, Brigjen Firli.

Terkait itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya sedang memproses apakah pertemuan Firli dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat itu termasuk pelanggaran kode etik.

Pertemuan antara Firli dan TGB diduga terjadi pada acara perpisahan Komando Resor Militer 162 di Mataram pada Mei 2018.

Padahal, berdasarkan keterangan Korem 162, tidak ada undangan resmi untuk keduanya.

Diketahui, Firli dilantik menjadi Deputi Penindakan KPK pada April 2018, setelah Firli meninggalkan jabatannya sebagai Kapolda NTB.

Karena kedekatan kedua orang itu, kehadiran mereka dinilai tidak menjadi masalah dalam acara perpisahan Komandan Komando Resor Militer 162/Wira Bhakti di Kota Mataram.

KPK sendiri masih menyelidiki dugaan penyelewengan divestasi saham Newmont. Saat ini, yang sedang didalami KPK adalah proses dan peristiwa divestasi saham Newmont saat itu. [ipk]

Bagikan Ini :