Gedung KPK/telusur.co.id

telusur.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi sedang menyelidiki dugaan penyimpangan divestasi saham PT. Newmont Nusa Tenggara. Dimana, pengusutan itu menyebut nama Tuan Guru Bajang (TGB).

Namun, penyelidikan KPK ‘tercoreng’ karena diduga ada pertemuan antara TGB dengan Deputi Penindakan KPK, Brigjen Firli.

Terkait itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya sedang memproses apakah pertemuan Firli dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat itu termasuk pelanggaran kode etik.

Dikatakan Febri, jika hasil proses telaah menyebutkan terjadi pelanggaran kode etik, maka ini menjadi masalah karena bersamaan dengan proses penyelidikan dugaan penyelewengan divestasi sahan Newmont. Apalagi dalam penyelewengan itu menyeret nama TGB.

“Sebagai Deputi Penindakan KPK, Firli akan melanggar kode etik karena bertemu dengan orang yang diduga terlibat dalam kasus yang sedang diselidiki,” kata Febri,¬†Selasa (18/9/18).

Pertemuan antara Firli dan TGB diduga terjadi pada acara perpisahan Komando Resor Militer 162 di Mataram pada Mei 2018.

Padahal, berdasarkan keterangan Korem 162, tidak ada undangan resmi untuk keduanya.

Diketahui, Firli dilantik menjadi Deputi Penindakan KPK pada April 2018, setelah Firli meninggalkan jabatannya sebagai Kapolda NTB.

Karena kedekatan kedua orang itu, kehadiran mereka dinilai tidak menjadi masalah dalam acara perpisahan Komandan Komando Resor Militer 162/Wira Bhakti di Kota Mataram.

KPK sendiri masih menyelidiki dugaan penyelewengan divestasi saham Newmont. Saat ini, yang sedang didalami KPK adalah proses dan peristiwa divestasi saham Newmont saat itu. [ipk]

Bagikan Ini :