Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga. FOTO: Humas Kemenkop

telusur.co.id- Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika.

Dia menegaskan, pemerintah akan terus berupaya secara optimal agar anjloknya rupiah tersebut tidak membawa pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Makanya saya bilang situasi ekonomi Indonesia ini jangan dikhawatirkan,” kata Puspayoga saat di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (18/9/18).

Puspayoga menjelaskan, upaya yang dilakukan Kemenkop dan UKM agar pemelahan rupiah tidak berdampak signifikan yakni dengan memberdayakan sektor koperasi maupun usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM). Sebab, sektor riil dianggap memiliki daya tahan yang tinggi terhadap situasi krisis global.

“Ekonomi kita itu dikuasai oleh UKM yang ada di wadah koperasi, makanya situasi global goyang Indonesia tidak terdampak besar karena UKM dan koperasi kuat. Kalau dolar naik itu sementara dan yang terdampak itu pengusaha besar bukan UKM. Kalau gak ada koperasi dan UMKM sudah bangkrut kita,” tandasnya.

Pemberdayaan UMKM dengan cara memberikan akses pembiayaan malalui kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga ringan. Pemerintah telah memangkas suku bunga KUR menjadi 7 persen pertahun dari sebelumnya 9 persen.

Kebijakan bunga ringan ini diharapkan dapat membuka akses seluas-luasnya bagi UMKM untuk memperoleh modal usaha.

Sedangkan pemberdayaan sektor koperasi melalui gerakan reformasi total koperasi yang terdiri atas tiga langkah strategis, yakni reorientasi, rehabilitasi dan pengembangan koperasi. Langkah ini terbukti efektif karena mampu meningkatkan kontribusi koperasi terhadap produk domestik broto sebesar 4,48 persen, setara Rp452 triliun.

“Kalau kedua itu diberdayakan maka pemerataan kesejahteraan itu akan tercapai, kita harus mampu mewujudkan itu,” kata Puspayoga.[Ham]

Bagikan Ini :