FOTO: Politisi muda PKS Andriayana

telusur.co.id- Politikus muda PKS Andriyana berharap Ketua DPD Gerindra DKI M. Taufik tidak memaksakan kehendak maju sebagai calon wakil gubernur menggantikan Sandiaga Salahuddin Uno. Karena, menurut Andriy, kursi DKI-2 itu seharusnya jatah PKS.

“Pasangan Anies-Sandi kemaren itu kan gak ada kader PKS tapi kader Gerindra. Seharusnya sekarang giliran PKS yang diberi kesempatan untuk berada di DKI, jangan sampai publik melihat Gerindra sangat haus jabatan karena sangat ngotot, bisa-bisa kepercayaan dan kesolidan koalisi akan goyah,” kata Andriy dalam keterangan persnya, Selasa (18/9/18)

Jika Taufik ‘ngotot’ maju sebagai Wagub, tutur Andriy, efeknya ialah kredibilitas Pemerintah Provinsi DKI. Karena, status mantan narapidan dari Taufik tetap diingat masyarakat. Meskipu, Mahkaham Agung (MA) memutuskan hal lain.

“Sebenarnya yang sedang dipertaruhkan bukan sekadar urusan partai pengusung PKS atau Gerindra, tapi kridibilitas Pemprov DKI sebagai pemprov yang bersih di mata publik bakal jatuh jika M Taufik jadi Wagub,” paparnya.

Oleh sebab itu, menurut Andriy, dalam rangka negara lagi gencar-gencarnya memberantas korupsi, hendaknya Taufik memahami hal tersebut.

“Jika sampai M Taufik jadi gubernur, menurut saya keinginan kita untuk menciptakan kota dan negara yang bebas korupsi akan tenggelam,” tandasnya.[far]

Bagikan Ini :