telusur.co.id – Menteri luar negeri Turki, Mevlut Cavusoglu menegaskan akan menjaga warga sipil yang berada di provinsi barat laut Idlib, Suriah. Hanya kelompok “teroris” yang harus dikeluarkan dari daerah itu.

“Perbatasan Idlib akan dilindungi di bawah nota kesepahaman yang ditandatangani di Sochi. Tidak akan ada perubahan dalam status Idlib,” kata Mevlut Cavusoglu pada hari Selasa, seperti dilansir aljazeera.

Kesepakatan untuk menghentikan rencana serangan di pangkalan besar yang dikuasai pemberontak terakhir diumumkan di resor Laut Hitam Sochi pada hari Senin setelah pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan timpalannya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Menteri luar negeri Iran, Zarif ¬†juga memuji perjanjian atas provinsi yang dikuasai pemberontak, dengan menyebutnya sebagai contoh “diplomasi yang bertanggung jawab”.

Kemudian pada hari Selasa, Juru Bicara Uni Eropa Maja Kocijancic menekankan bahwa kesepakatan Turki-Rusia harus melindungi warga sipil dan memastikan akses kemanusiaan.

“Kami berharap bahwa perjanjian yang menurut laporan yang dicapai kemarin oleh presiden Rusia dan Turki akan menjamin perlindungan kehidupan sipil dan infrastruktur serta menjamin akses kemanusiaan tanpa hambatan dan berkelanjutan,” kata Kocijancic kepada wartawan.

Diketahui, Iran telah berperang sebagai sekutu Presiden Bashar al-Assad dalam konflik Suriah bersama pasukan Rusia, sementara Turki mendukung kelompok pemberontak tertentu selama perang saudara yang berusia tujuh tahun. (ham)

Bagikan Ini :