Wakil Ketua DPR, Fadli Zon saat berdiskusi dengan pejabat Korea Selatan terkait pertanian.

telusur.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk segera memiliki program-program pertukaran petani Indonesia dengan Korea Selatan.

“Sehingga langsung ada pengalaman yang dimiliki Petani Indonesia.  Selain, mereka mendapatkan gaji atau honor. Jadi, saya kira perlu untuk dilakukan pertukaran petani ke Korea Selatan untuk setahun atau dua tahun magang di Korea,” ujar Wakil Ketua DPR, Fadli Zon disela-sela kegiatan Muhibah DPR di Korea Selatan, Kamis (20/9/2018).

Hadir dalam kegiatan Muhibah DPR ini yaitu Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi, Wakil Ketua Komisi II DPR Herman Khoeron, Wakil Ketua Komisi VI DPR Mohamad Hekal, Anggota Komisi VI DPR H.Mukhlisin dan Ketua Komisi VI DPR Teguh Juwarno.

 Yang lebih peting, kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini, manfaat dalam proses magang atau pertukaran itu akan memberikan satu alih keahlian, alih kemampuan, alih teknologi.

“Kita mendorong, apalagi kita juga sudah punya kerjasama dengan asosiasi petani muda di Korea. Mereka ingin sekali kerjasama dengan Indinesia untuk membentuk semacam satu center training kedua negara,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Selasa 18 September 2018, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini  menghadiri acara Asia Young Farmers Forum 2018 di NH Training Building, Buan, Korea Selatan.

Selain dihadiri oleh ratusan petani muda dari puluhan negara Asia, acara pembukaan juga dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah dan anggota parlemen dari Korea Selatan, Cina, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

Dalam pidatonya, Fadli Zon memberikan apresiasi yang sangat besar atas terselenggaranya acara tersebut.

“Selain terus mengembangkan teknologi di bidang pertanian untuk menarik minat generasi muda terhadap sektor pertanian, termasuk melibatkan teknologi digital. The Korea Federation of Young Farmers Association juga telah berinisiatif untuk mengumpulkan dan membentuk Forum Petani Muda Asia ini. Ini upaya yang luar biasa yang dilakukan para petani muda Korea. Mereka umumnya petani muda yang berhasil dan pendapatannya relatif besar,” ujar Fadli dalam pidatonya di acara tersebut.

Fadli menegaskan bahwa di seluruh dunia, industri pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi terpenting di negara mana pun. Apalagi di Asia, pertanian bukan hanya memainkan peran kunci bagi perekonomian, tetapi juga pembangunan sosial. Politik bisa guncang jika kehidupan petani morat-marit. (ham)

Bagikan Ini :