Rizal Ramli dalam Diskusi Dialektika" Polemik Impor Beras" di Press Room DPR RI/telusur.co.id

telusur.co.id – Kebijakan impor yang dilakukan Kementerian Perdagangan, Enggartiasto Lukita menuai kontroversi di masyarakat bukan hanya jumlah kuantitas impornya saja, tetapi juga keuntungan yang didapat.

Ekonom Rizal Ramli mengungkapkan jika keuntungan dari impor sangat menggiurkan. Jumlahnya mencapai triliunan rupiah. Bahkan, hasil dari keuntungan impor kebutuhan pangan bisa membeli stasiun televisi yang ada.

“Ada wartawan TV yang nanya terus, berapa untungnya (impor). Gini deh, semua stasiun TV saya mau beli kalau dapat uang dari kayak gitu (impor). Bisa lah, berapa sih (harga TV)? Ga mahal-mahal amat,” ungkap Rizal Ramli disela-sela diskusi di DPR, Kamis.

Lebih jelasnya, Rizal yang pernah menjabat Kepala Bulog ini membeberkan jika angka dari keuntungan impor pangan bisa mencapai triliunan rupiah.

“Ini uang triliunan rupiah. Soal beras misalnya, di Bangkok harga beras 6 ribuan kurang, ditambah transportasi, shipping, asuransi kurang dari Rp 7.000. Di dalam negeri harganya Rp 10.000, berarti selisihnya Rp 3.000. Jika selisih 1000 perak saja itu 1 triliun, jika selisih 2000 itu 2 triliun. Hitung saja,” beber dia.

Rizal mengaku tidak takut membongkar semua hal yang berkaitan dengan impor, karena sangat merugikan para petani kecil. “Rizal Ramli takutnya sudah ga ada. Takutnya hanya sama Allah Yang Maha Kuasa, karena tahun lalu saya sudah katakan hidup saya udah 63 tahun, aku mau wakafkan diri saya agar masyarakat Indonesia maju, gua nggak peduli siapa lawan gue,” katanya tegas. (ham)

Bagikan Ini :