telusur.co.id – Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar pelantikan anggota MPR Pergantian Antar Waktu (PAW) bagi tiga anggota MPR masa jabatan 2014 – 2019. Pelantikan dipimpin Wakil Ketua MPR Mahyudin di Ruang Delegasi Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (20/9/2019).

Tiga anggota MPR PAW yang dilantik adalah Beni Sudrajat dari Fraksi Partai Nasdem asal Dapil Banten I, Andi Mariattang dari Fraksi PPP asal Dapil Sulawesi Selatan II, dan Deny Jaya Abriani dari PDIP asal Dapil Jawa Barat IX. Hadir dalam pelantikan ini Sekretaris Jenderal MPR Ma’ruf Cahyono dan jajarannya, serta undangan.

Mahyudin memandu pengucapan sumpah jabatan dengan cara Islam. Seorang rohaniawan hadir dengan meletakkan kitab suci Al Qur’an di atas kepala anggota MPR PAW yang dilantik. Pelantikan ini sesuai dengan ketentuan Pasal 9 ayat 3 Peraturan Tata Tertib MPR RI No. 1 Tahun 2014.

Dalam sambutannya, Mahyudin mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada anggota MPR PAW yang baru saja mengucapkan sumpah jabatan. Masa bakti MPR periode 2014 – 2019 akan segera berakhir. Suasana hangat politik mulai terasa dengan dimulainya masa kampanye pada 23 September hingga 13 April 2019.

“Semuanya mulai sibuk mempersiapkan masa kampanye yang cukup panjang. Puncaknya pada tanggal 17 April diadakan pemilihan umum presiden dan pemilihan umum legislatif secara serentak,” ujarnya.

Mahyudin mengharapkan anggota MPR tetap harus maksimal bekerja meskipun sudah menjelang akhir masa jabatan. Bahkan masyarakat akan mengawasi komitmen dari para anggota dalam menyerap aspirasi masyarakat. Salah satu tugas MPR adalah memasyarakatkan Empat Pilar MPR RI. “Sosialisasi ini sangat dibutuhkan pada tahun politik ini. Sebab, kita harus membangun rasa persatuan yang kuat,” ucapnya.

Justru pada tahun politik ini, lanjut Mahyudin, tingkat gesekan di bawah terasa semakin kuat. Karena itu Mahyudin berharap kepada anggota MPR yang baru saja dilantik bisa langsung terjun ke masyarakat untuk ikut menenteramkan suasana di masyarakat. Misalnya, adanya politik identitas yang bisa memecah belah masyarakat. “Dengan demikian Empat Pilar MPR RI mengajak rakyat kita bersatu padu untuk membangun Indonesia yang adil dan sejahtera,” harapnya.

Bagikan Ini :