Oleh Muslim Arbi

Akhlaqul karimah, akhlaq mulia yang di perlihatkan oleh Cawapres Sandiaga Sholahuddin Uno tadi malam, saat bertemu dengan KH Ma’ruf Amin pada saat pencabutan nomor urut pasangan capres di KPU adalah sesuatu karakter mulia dan terpuji.

Karena kurang sehat sehingga tidak sempat nonton tv siaran langsung dalam acara di KPU itu, sehingga baru setelah Solat Subuh saya buka video dan mendapat kan 2 video yang setelah saya liat bagaimana sikap seorang Sandiaga Uno terhadap Ulama.

Sungguh saya menangis dan sangat terharu melihat bagaimana saat berjalan saja; Sandiaga Uno, Cawapres memperlihatkan sikap menunduk saat berjalan bersama Cawapres KH Ma’ruf Amin.

Di video yang kedua perlihatkan Sandiaga Uno salami Kiai Maruf seraya mencium tangan beliau adaalah sesuatu akhlaq yang mulia. Memang sudah sepatutnya seorang Ulama dan Kiai adalah mulia dan terhormat dan pantas selalu di muliakan. Kapan dan di mana pun seorang Ulama atau Kiai di jumpai.

Video cawapres Sandiaga Sholahuddin Uno mencium tangan Kiai Ma’ruf Amin itu membuat air mata saya terurai dan saya sangat terharu.

Selamat buat Bu Mien Uno yang melahirkan seorang putera berakhlaq mulia, sholeh dan berbudi pekerti luhur dan selalu memuliakan Ulama. Dan akan memimpin Bangsa ini kedepan.

Semoga Allah SWT memberkahi hidup mu di dunia dan di akhirat Bu Mien. Barakallahu.

Akan hal nya KH Ma’ruf Amien di pasang sebagai Cawapres Joko Widodo; apa alasan di balik putusan itu. Hanya Jokowi yang tahu.

Tapi, publik apalagi para umat memandang pencawapresan KH Ma’ruf Amin oleh Jokowi itu seolah menjawab dua hal.

Pertama; ingin mengambil hati Umat atas sikap dan perilaku Jokowi dalam pemerintahan selama 4 tahun tidak bersahabat terhadap Umat dan cenderung memusuhi Ulama yang bersikap kritis terhadap nya. Contoh kongkrit nya adalah bagaimana Rezim Jokowi perlakukan terhadap Habib Rizieq Shihab dan sejumlah Aktifis Umat lain nya semisal KH Al Khattah, Ustadz Alfian Tanjung, Bunda Neno Warisman, Rahmawati Soekarno, Kiflan Zen dan masih banyak lagi.

Kedua; secara politis ingin meraup dukungan Umat dengan memilih Pak KH Ma’ruf Amien sebagai Ulama yang berada pada posisi di MUI dan PB NU. Itu sah-saj saja bagi Jokowi untuk ambil pilihan itu.

Tapi Umat dan aktifis yang sadar memandang ada semacam exploitasi isu-isu ulama dan umat sebagai komoditas untuk mencapai kepentingan politis semata. Karena di lain pihak Jokowi anjurkan pisahkan agama dan politik tapi tiba pada kepentingan nya Jokowi malah merangkul Ulama dan Umat dengan memasang Kiai Ma’ruf.

Justru tindakan Jokowi ini kontraprudktif dan akan jadi blunder. Apalagi Jokowi seolah memunculkan isu islamphobia dengan membiarkan terbelah islam dengan isu islam nusantara dan sebagainya.

Sikap dan putusan Jokowi itu di jawab dengan mulia dengan sikap tawadduk dan mencium tangan Kiai Maruf Amien oleh Cawapres Sandiaga Uno seolah memberi jawaban Ulama dan Kiai wajib di hormati dan tidak perlu di seret-seret ke panggung politik parktis yang pasti akan menggerus keulamaan seorang Ulama yang selalu di muliakan umat.

Sebuah contoh dan pembelajaran yang sangat santun dan mulia yang di perlihat kan Cawapres mantan Wagub DKI itu. Semoga menjadi hikmah dan memberi pembelajaran bagi Capres yang lain.

Selamat atas Pasangan Capres-Cawapres H Prabowo Subianto dan H Sandiaga Sholahuddin Uno yang memperoleh nomor urut 2.

Semoga mendapat Amanah sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada Pilpres, 19 April 2019 mendatang.

Semoga duet dwitunggal Prabowo-Sandi ini membawa Negeri ini menuju Baldatun Tayyibatun wa Rabbun Ghafur. Negeri yang penuh dengan kebaikan, gemah ripah loh jinawih di bawa ampunan Allah SWT. Aamien Ya Rabbal alamien.(***).

Muslim Arbi,

aktifis pergerakan dan pengamat sosial

Bagikan Ini :