Perludem Tanggapi nyanyian potong bebek angsa

telusur.co.id- Perludem meminta aparat berwajib menindak pelaku penyebar berita bohong atau hoax dan ujaran kebencian saat proses kampanye Pilpres. Proses hukumannya pun diharapkan terbuka, transparan dan akuntable.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini dalam sebuah diskusi bertajuk “Kampanye Asyik, Damai, dan Anti Hoax” di Kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (22/9/18).

“Kalau terjadi penyebaran ujaran kebencian atau berita bohong selama Pemilu, mestinya penegakkan hukumnya itu bisa dilakukan dengan cepat akuntable, transparan kepada publik,” ujarnya.

Dalam menindak pelaku hoax dan ujaran kebencian, menurut Titi, selama ini penegak hukum kurang transparan kepada masyarakat.

“Data yang diekspos berapa banyak berita hoax yang sudah ditindaklanjuti dan status tindak lanjutnya seperti apa? posisinya bagaimana,?” paparnya.

Lebih lanjut, Titi menjelaskan, tujuan terbukanya penanganan hukum penyebar hoax dan ujaran kebencian ini agar ada efek jera. Dan, masyarakat pun akan menaruh kepercayaan kepada aparat berwajib bahwa dalam menindak pelaku hoax tak pandang bulu.

Jika penegak hukum tidak tegas, kata Titi, efek negatifnya akan dirasakan oleh masyarakat.

“Jadi penegakan hukum yang tegas. Dan sebisa mungkin dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntable kepada publik,” tandasnya.[Ipk]

 

Bagikan Ini :