telusur.co.id – Perbedaan data antara Kementerian Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita dan Direktur Utama Bulog Budi Waseso harus disikapi secara positif dan tak perlu jadi perseteruan.

Begitu kata Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko Di Surabaya, Sabtu (22/9/18).

Menurut dia, Kebijakan impor bisa dilakukan asal stok beras nasional mengalami kekurangan pasokan dari petani lokal. Hal itu agar tidak mengalami kelangkaan.

“Kondisinya bisa dihitung dari jumlah panen setiap bulannya,” ujarnya.

Saat ini kata Kepala Staff Kepresidenan, panen selalu terjadi secara merata di seluruh Indonesia bahkan hampir tiap bulan.

Namun, apakah ketersediaannya cukup untuk kebutuhan nasional? Menurut dia, jawabannya adalah tergantung dari jumlah cadangan yang tersedia.

“Kalau cadangannya turun berarti memang harus impor karena kebutuhan nasional kita cukup besar,” ucapnya.

Moeldoko lebih lanjut berpendapat perdebatan kedua lembaga itu juga tidak perlu diributkan lebih panjang lagi karena masing-masing punya kepentingan.[far]

Bagikan Ini :