BPJS Kesehatan/Net

telusur.co.id – Pemerintah akan memaksimalkan dana bagi hasil dari cukai tembakau untuk menutup defisit keuangan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Kesehatan.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (21/9).

Untuk membuktikan keseriusan pemerintah, Presiden Joko Widodo telah menekan perubahan atas Perpres Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Pemerintah juga akan menggunakan dana cadangan dari APBN 2018 untuk menutup defisit BPJS Kesehatan. Adapun nilainya sebesar Rp 4,9 triliun yang sudah diatur berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 113/PMK.02/2018 tentang Tata Cara Penyediaan, Pencairan dan Pertanggungjawaban Dana Cadangan Program Jaminan Kesehatan Nasional, termasuk cara pencairannya dan akuntabilitasnya.

Menurut Mardiasmo dana tersebut akan dicairkan pada Senin depan, 24 September 2018. “Insyaallah, pencairannya senin,” kata dia.

Selain itu, dana tersebut juga akan dicairkan secara langsung atau tanpa bertahap. Menurutnya proses perencairan dana talangan secara langsung ini berdasarkan permintaan BPJS Kesehatan.

“Sesuai dengan permintaan dari BPJS dan itu kan ada peruntukan semuanya. PMK Nomor 113 itu sudah proses admin, insyaallah bisa selesai hari ini. Besok ke KPPN.”

Diketahui, Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diproyeksikan sampai akhir tahun ini defisit akan mencapai Rp 16,5 triliun.

Jumlah tersebut meliputi defisit arus kas rencana kerja anggaran tahunan 2018 sebesar Rp 12,1 triliun dan carry over 2017 sebesar Rp 4,4 triliun. [ipk]

Bagikan Ini :