Waketum Hanura, Gede Pasek Suardika/Net

telusur.co.id – Sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mencoret Ketua Umum Hanura yang juga ketua DPD RI Oesman Sapta Odang dari daftar calon anggota legislatif daerah (DPD), karena Oesman belum menyerahkan surat pengunduran diri dari partai membuat Hanura berang. Hanura pun melaporkan KPU ke Bawaslu.

Wakil Ketua Umum Partai Hanura I Gede Pasek Suardika menilai, apa yang dilakukan KPU sangat bertentang dengan keputusan MK yang telah menegaskan bahwa syarat keluar dari partai bagi calon anggota DPD berlaku untuk pemilu 2024.

Oleh karena itulah, Pasek mengatan, pihak Oso telah melaporkan tindakan KPU itu kepada Bawaslu. “Sudah diajukan gugatan ke Bawaslu,” ucap Pasek kepada telusur.co.id.

Menurut Pasek, sikap Hanura yang melaporkan KPU ke Bawaslu itu bukan hanya semata-mata untuk mencari menang atau kalah. Melainkan, berharap KPU sebagai penyelenggara pemilu bisa membaca secara detail aturan yang dikeluarkan MK untuk calon anggota DPD di pemilu 2019 dan 2024.

“Tujuannya tidak sekadar untuk uji lolos atau tidak. Tetapi agar bisa dibaca detail betapa putusan MK itu berlawanan dengan  putusannya sendiri di tahun 2008 dan memaksakan berlaku di tengah proses yg sudah  berjalan akan sulit dibaca dengan sehat kalau putusan ini bersifat netral. “

“Uji publik lewat Bawaslu dengan gygatan akan melihat bagaimana posisi DPD perbedaan persyaratan  2004, 2009, 2014 dan 2019,” ungkapnya lebih jauh. (ham)

Bagikan Ini :