juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga dalam sebuah diskusi bertajuk "Kampanye Asik, Damai dan Anti Hoak"

telusur.co.id- Media sosial (Medsos) berpotensi turut serta menyebarkan berita bohong atau hoax pada Pilpres tahun depan. Karenanya, timses harus benar-benar mengelola dengan baik agar isu-isu hoax bisa teratasi.

Demikian disampaikan oleh juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga dalam sebuah diskusi bertajuk “Kampanye Asik, Damai dan Anti Hoak” di Kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (22/9/18).

Menurut dia, Pilpres 2019 hendaknya disambut dengan kegembiraan. Bukan diganggu dengan isu-isu yang saling mendiskreditkan satu sama lain.

“Ini kan pesta demokrasi, happy-happy aja. Ini pesta rakyat jangan diganggu hal-hal yang mengganggu pesta rakyat menyampaikan pendapat keinginan mereka menyampaikan pilihannya,” kata Arya.

Dijelaskan Arya, akan menjadi lucu jika Pilpres kali ini diraih dengan cara-cara yang kurang baik. Dia meyatakan, timses Jokowi-Ma’ruf Amin sudah menyerukan agar perhelatan lima tahunan ini dibawa dengan damai.

Yang ditonjolkan, kata Arya, ialah adu program. Karena, sangat tidak terpuji jika menang suatu pertarungan, namun didapatkan dengan cara yang tidak patut.

“Lucu Indonesia sejahtera yang kita inginkan memakai cara-cara tidak baik. Kemarin mas Erick Thohir (Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf) sudah menyampaikan bikin happy ini pesta rakyat. Pak Jokowi juga menyampaikan ayo adu program,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, Ia mengimbau kepada semua elit politik untuk sepakat mengusung kampanye damai. Dengan demikian, rakyat pun akan mengikuti.

“Di tim kita sejak awal kan sebenarnya elitnya harus menunjukkan ini adalah pesta yang damai. Elitnya jika menunjukkan yang baik maka rakyat juga mengikuti,” tandasnya. [Ipk]

 

Bagikan Ini :