Wasekjen DPP Demokrat Andi Arief. FOTO: Istimewa

telusur.co.id – Ketua DPP Partai Demokrat, Andi Arief tak terima Ketua Umumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diperlakukan kurang sopan oleh tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Projo pada saat deklarasi damai di Monas.

Karena itu, Andi Arief mendesak Projo untuk meminta maaf kepada SBY. “Kalau Projo tidak minta maaf dan aparat keamanan diam serta Jokowi diam saja atas provokasi terhadap SBY pagi ini. Jangan salahkan jika ada tindakan balasan,” tegas Andi Arief melalui akun twitternya, Minggu.

Projo, ditegaskan Andi Arief, telah melakukan memprovokasi pada saat deklarasi pilpres damai menjadi pilpres anarkis. “Waktu mobil karnval pak SBY lewat, relawan projo teriak-teriak bang dukung jokowi dan merangsek mendekat ke rombongan SBY. Sudah keterlaluan,” katanya menyesalkan.

Sikap yang ditunjukan oleh Projo sangat menyakiti para pengurus dan kader Partai Demokrat. “Nanti kader Demokrat seluruh Indonesia marah melihat kalian memperlakukan simbol partai Demokrat. Jangan hitung keberanian anda, kalkulasi juga kenekatan orang lain,” ujar dia mengingatkan.

Sebelumnya, SBY melakukan WO dari deklarasi damai karena salah satu tim capres melakukan pelanggaran dengan membawa atribut. Padahal, KPU melarang membawa atribut.

Bahkan, tim relawan Jokowi yakni Projo diduga melakukan provokasi ke SBY ketika menghadiri acara deklarasi damai. (ham)

 

Bagikan Ini :