MS Kaban/istimewa

telusur.co.id – Sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang enggan bersikap tegas terkait pelanggaran yang dilakukan tim relawan Jokowi-Ma’ruf Amin, Pro Jokowi (Projo) ketika deklarasi damai di Monas sangat disayangkan banyak pihak termasuk Ms Kaban.

Bahkan, bekas menteri kehutanan era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menilai, KPU sedang mencari aman. Sehingga tidak mau bersikap tegas walaupun sudah jelas pelanggarannya.

“Insiden Monas, KPU cuci tangan,” kritik MS Kaban melalui akun twitternya @hmskaban, Senin.

Kaban yang masuk tim pemenangan pasangan Prabowo-Sandi ini tidak yakin jika nantinya KPU akan berperan dan fair dalam menjalankan pemilu secara adil. Kata dia, masalah kecil seperti pelanggaran di deklarasi damai saja KPU tidak bisa bertindak tegas.

“Apa masih diharapkan KPU jujur adil bertanggung jawab selenggarakan pemilu. Cuci tangan identik cari aman,” katanya.

Mengenai sikap SBY yang walk out dari deklarasi sangat wajar. Baginya, justru sikap SBY menunjukan sikap taat aturan dan seorang negarawanan. “Sangat memahami aturan, sehingga pak SBY meninggalkan arena aksi damai,” ujar dia memaklumi.

Sebelumnya, KPU mengelak dan tidak bisa berbuat apa-apa karena atribut tersebut berada di luar area deklarasi. “Kalaupun ada yang bawa bendera bawa atribut terkait dukung mendukung paslon tertentu, itu di luar arena deklarasi damai yang sudah ditentukan okeh KPU,” ujar Komisioner KPU Hasyim Asyari, di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2018). (ham)

Bagikan Ini :