Peserta Kirab Satu Negeri/Achmad Juhriansyah-telusur.co.id

telusur.co.id–Walikota Banjarmasin Ibnu Sina melepas keberangkatan Kirab Satu Negeri di kawasan Siring Patung Bekatan, Kota Banjarmasin, Selasa (25/09).

Kegiatan dilakukan dengan menyusuri Sungai Martapura dan mengunjungi beberapa tepat bersejarah yang ada di kota yang baru berulang tahun ke 492 tahun.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, dengan adanya kegiatan Kirab Satu Negeri ini diharapkan dapat lebih menjalin rasa persatuan dan kesatuan, serta menghindari perpecahan.

“Jangan sampai kita saling bermusuhan, karena musuh kita yang sesungguhnya kalau dahulu adalah penjajah, sekarang musuh kita adalah kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Mari bergandeng tangan satukan hati, satukan pikiran dan satukan gerak langkah dalam rangka sama-sama kita bergerak, sesuai dengan semboyan Kalimantan Selatan yaitu Kalsel bergerak,” ajak Ibnu Sina.

Kehadiran Kirab Satu Negeri, lanjutnya lagi, bagian untuk membela agama dan bangsa. Mudah-mudahan, perjalanan menyusuri Sungai Martapura bisa menjadi kebanggaan, karena sungai adalah bagian dari peradaban maritim Indonesia, yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan laut Indonesia.

“Kebanggaan kita sebagai negara maritim dimana peradaban maritim adalah peradaban dunia.
Sampaikan salam saya untuk bersama-sama menjaga keutuhan bangsa dan negara Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Teddy Suryana, Ketua PW GP Ansor Kalsel mengatakan, Kirab Satu Negeri dilaksanakan sebagai salah satu upaya penangkal dari gangguan kebangsaan mengenai Pancasila, UUD, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Pelaksanaan Kirab ini tujuannya adalah untuk mengokohkan nilai kesatuan dan persatuan nasional bangsa Indonesia,” kata Teddy.

Selanjutnya, tambah Teddy gelaran yang serentak dilaksanakan di Indonesia tepat nya di lima titik ini tidak ada sangkut paut dengan pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

“Ini tidak ada sangkut paut nya dengan politik, ini murni untuk mengajak masyarakat untuk semakin memahami dan menghargai kemajemukan dan keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia,” tegas Teddy.

Untuk diketahui, sebelum bertandang ke Kalimantan Selatan, Kirab Satu Negeri disambut di perbatasan Kalimantan Timur dengan Kalimantan Selatan yakni di Kabupaten Tabalong Sabtu (22/9), berlanjut pada Minggu (23/9) ke Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tapin dan Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru, serta Banjarmasin kemudian di antar ke provinsi tetangga yakni Kalimantan Tengah pada Selasa (25/09)

Kirab Satu Negeri ini serentak dilakukan seluruh wilayah Indonesia, dimulai dari lima titik pulau terluar Indonesia. Lima titik pemberangkatan kirab adalah Sabang, Nunukan, Pulau Miangas, Pulau Rote, dan Merauke. Nantinya pada puncak kegiatan, Kirab Sartu Negeri akan berjumpa Presiden RI Ir Joko Widodo pada bulan Oktober nanti. (Achmad Juhriansyah).

Bagikan Ini :